Legong: Dance of the Virgins 1935

Legong: Dance of the Virgins, adalah film yang menceritakan kisah cinta tragis yang ditolak. 

Film ini diceritakan terjadi di tampaksiring dan difilmkan sepenuhnya di beberapa lokasi di Bali pada tahun 1935 oleh Marquis Henry de la Falaise.

Dalam film The Legong: Dance of the Virgins, seorang gadis Bali bernama Poutou/Putu, seorang penari Legong yang disegani, telah terpilih sebagai salah satu penari legong di desanya di Tampaksiring. 

Putu tertarik dan jatuh cinta kepada Nyong seorang pemuda penabuh gamelan. Ayahnya senang dengan pilihan Putu dan ingin membantunya untuk menaklukkan hati Nyoung. Akan tetapi, Nyong lebih tertarik kepada Saplak, adik Putu.

Saat akan menari legong di Pura, Nyong menulis surat untuk membuat janji bertemu Saplak. 

Namun surat tersebut tidak sengaja diketahui oleh Putu. 

Setelah acara tarian legong berakhir, Nyong dan Saplak bertemu secara sembunyi-sembunyi, dan Putu pun diam-diam mengikuti mereka. 

Akhirnya, Putu menjadi frustrasi karena cintanya ditolak, dan mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri melompat ke sungai dari jembatan yang menghubungkan desanya tersebut. 

Film di akhiri dengan upacara ngaben kepada jenasah Putu. 

 

Catatan : vidio low resolusi, bukan untuk dikomersilkan.

 

 

 

WeCreativez WhatsApp Support
WhatsApp Admin sedang online, Tanyakan sesuatu!
👋 Hallo semeton, ada yang bisa kami bantu?